Minggu, 29 Mei 2016

Polres Sragen Bantah Menahan Aktivis Petani

Pythag Kurniati - 29 Mei 2016 09:42 wib

Ilustrasi petani (dok/Metrotvnews.com)
 
Metrotvnews.com, Sragen: Kepolisian Resor Sragen, membantah menahan aktivis Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) Jawa Timur saat kegiatan Pelatihan Reformasi Agraria dan Pemetaan Partisipatif di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sabtu sore 29 Mei 2016.

"Petugas hanya melakukan konfirmasi di Mapolsek (Sragen). Tidak ada penahanan," kata Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso, saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Minggu (29/5/2016).

Cahyo mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari pihak PTPN IX dan segera mendatangi lokasi. "Informasinya ada warga yang membawa patok-patok. Maka kami mintai keterangan. Hasilnya tidak memenuhi unsur untuk dilakukan penahanan," imbuh dia.

Sebelumnya beredar informasi mengenai penangkapan aktivis KPA Jawa Timur saat melakukan pelatihan agraria di Sragen, Jawa Tengah. Sekjen KPA Iwan Nurdin mengatakan, Koordinator KPA Jawa Timur Ubet Anom dan dua petani dibawa ke kantor polisi setempat saat pelatihan Reforma Agraria dan Pemetaan Anggota KPA se-Jawa Tengah-Yogyakarta. Pelatihan ini telah berlangsung sejak Senin lalu di Sambirejo, Sragen.

"Polisi mengatakan, kami mengadakan pelatihan tanpa ada surat pemberitahuan kepada kepolisian setempat," kata Iwan Nurdin.

Saat dibawa, polisi juga meminta beberapa peralatan pelatihan seperti alat tulis, GPS, sepeda motor, dan kertas plano ke Mapolsek Sambirejo.

Iwan mengakui lokasi pelatihan merupakan area konflik bertahun-tahun antarwarga di beberapa desa setempat dengan PTPN IX.

(TTD)
 
http://m.metrotvnews.com/jateng/peristiwa/8N0qZMwb-polres-sragen-bantah-menahan-aktivis-petani

0 komentar:

Posting Komentar