Selasa, 26 April 2011

DPR: TNI Jangan Latihan di Tempat Padat

Selasa, 26 April 2011 | 22:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — TNI diminta untuk tidak menggelar latihan-latihan militer di daerah yang padat penduduk pascabentrokan anggota TNI dengan warga Urut Sewu, Desa Sentrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, 16 April lalu. Anggota Komisi I DPR RI, Effendy Choirie, mengusulkan agar TNI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tempat-tempat latihan yang selama ini digunakan dan melakukan segera relokasi bila diperlukan.
Evaluasi menyeluruh ini, lanjut Choirie, harus dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kepadatan penduduk di sekitar wilayah tersebut. Jika daerahnya padat penduduk, maka TNI perlu memindahkan tempat latihan.
"Sekarang tempat latihan kenapa di Jawa yang padat penduduknya. Tempat latihan ada di mana-mana, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Seharusnya kan tempat latihan dekat dengan musuh dan jauh dari penduduk," katanya dalam rapat Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Gedung DPR RI, Selasa (26/4/2011).
Choirie mencatat bahwa rata-rata lokasi latihan TNI selama ini dekat dengan permukiman penduduk. Oleh karena itu, politisi PKB yang proses "recall-nya" sedang tertunda ini menegaskan bahwa ke depan, TNI harus mencari tempat yang memang sesuai sehingga tidak berpeluang besar melukai warga sekitar.
Bentrokan antara sekitar seratus warga dan anggota TNI pecah di Desa Setrojenar, Kebumen, Jawa Tengah, pada 16 April lalu. Bentrokan ini pecah akibat sengketa tanah antara warga dan TNI. Warga tak setuju jika lahan yang dekat dengan permukiman warga dan selama ini dipakai untuk mencari nafkah itu dipakai untuk lokasi latihan militer. Sementara itu, TNI berkeras menggunakannya karena merasa lahan tersebut adalah miliknya.
Editor: I Made Asdhiana

http://regional.kompas.com/read/2011/04/26/22450434/dpr.tni.jangan.latihan.di.tempat.padat?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd

0 komentar:

Posting Komentar