Selasa, 26 April 2011

Sorak Solo Kecam Kekerasan TNI di Kebumen

Selasa 26 Apr 2011, 12:11 WIB

Solo - Belasan orang dari Solidaritas Rakyat Anti-Kekerasan (Sorak) mengecam tindak kekerasan yang terjadi dalam bentrok TNI dan petani Urutsewu, Kebumen. Sorak mendesak TNI mengembalikan lahan milik petani dan TNI ditarik dari daerah yang dipersengketakan tersebut.

Sorak menggelar aksinya di Bundaran Gladag, Solo, (26\/4\/2011) siang. Dalam aksi tersebut, mereka membawa sejumlah poster kecaman terhadap TNI serta tuntutan agar para petani yang ditahan polisi terkait peristiwa Kebumen segera dibebaskan.

Mereka menilai tanah yang dipersengketakan secara hukum adalah milik warga dengan bukti sertifikat yang sah. Warga dinilai wajar jika marah karena lahan itu dipakai untuk latihan TNI dan dibangun berbagai fasilitas penunjangnya, semisal menara tiga lantai di tanah tersebut.

Apalagi keberadaan tempat latihan di tempat tersebut dianggap cukup meresahkan oleh Sorak. Menurut Sorak, lima anak pernah tewas terkena mortir yang meledak.

Karena itulah Sorak menolak latihan TNI di kawasan Urutsewu. Selain itu, Sorak juga mendesak agar TNI segera ditarik dari daerah yang dipersengketakan dengan warga tersebut, dan lahan itu dikembalikan kepada pemiliknya. Sorak juga meminta segala bentuk intimidasi terhadap warga dihentikan.

Sebelumnya, bentrokan terjadi antara oknum TNI AD dengan warga Desa Setro Jenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (16\/4) lalu. Akibatnya, 13 orang menjadi korban bentrokan dan harus menjalani perawatan dan pemulihan. Dari 13 korban itu, empat warga mengalami luka tembak, lima mengalami luka tusuk dan empat lainnya mengalami pemukulan.

Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul melalui siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (17\/4), menuturkan, lahan yang digunakan Dislitbangad sebagai obyek sengketa, telah dikelola TNI AD sejak zaman peninggalan Belanda. Bahkan sejak 1949 lahan tersebut sudah dijadikan lokasi latihan menembak.
(mbr/fay)

http://news.detik.com/berita/1625721/sorak-solo-kecam-kekerasan-tni-di-kebumen

0 komentar:

Posting Komentar